Sepenggal Kemunafikan
Bila detik kebersamaan telah berakhir ucapkan lah selamat tinggal.. tak perlu kau menunjukan kalau kau terluka.. angin dan rerumputan tertawa ketika aku berteriak untuk mencarimu.. aku berlari tak menentu arah bahkan sukma tak sadar nyawa.. entah apa yang aku pikirkan saat itu .. hanya senyumanmu yang kerap kali menyelimuti duka ku.. tersakiti untuk melupakan.. bahagia untuk tercampakkan dan tertawa untuk hinaan.. aku tak mengenal lagi kesetiaan,, aku terasuk oleh kemunafikan untuk selalu teguh padamu..
Memulai dengan artikulasi kehidupan baru,, tak lagi mengenal keakraban.. hanya terdiam dan mencari jawaban,. aku tak mengerti apa yang kau pikirkan atau mungkin aku yang kurang mengerti apa yang kau rasakan,, semua terasa asing buatku.. mungkin kutukan karma kah yang aku dapat? atau kisah aku dan kau yang tak pantas untuk terukir dalam kehidupan?
Lingkaran kehidupan yang harus ditempuh oleh seorang makhluk dengan garisan takdirnya.. menjalani dengan keiklasan dan ketabahan, tetapi tidak dengan aku.. aku keluar dari lingkar kehidupanku,, aku berjalan mengikuti langkahmu.. aku hanya ingin hidup, memeiliki, dan mati bersamamu.. mungkin aku gila mengharap kan keharuman bunga menyapa pagi indahku, tapi tidak dengan hal itu.. aku meminta pada sang maha kuasa.. ingin berdua denganmu saja walaupun akan banyak kisah yang akan terlakoni..
Teringat jelas ketika kau mengagumiku.. lembaran kisah awal yang tertulis rapi.. paragraf dan kalimat-kalimat terukir jelas.. mudah dan enak terbaca.. jelas aku bahagia saat itu.. bahagiaku tak tertutupi.. pujian-pujian yang terucap dari mulutmu tak penah habis-habisnya untukku.. malam-malam yang kau ciptakan dalam sendi pemaknaan rasa.. seakan tak ingin terlewati sedetik pun.. serasa tak mengenal sekeliling ruang.. hanya aku dan kamu,., hembusan angin malam yang masuk tanpa batasan, ratapan kosong dengan pemaknaan bias rasa.. emosi sukma tak terkendali hingga terlupa oleh badan dan jiwa.. amarah asmara terpuncak dengan sejuta penikmatan.. terlakon sempurna sperti telah mahir untuk membuat suatu karya.. kau begitu indah,, aku tak mampu menggambarkan sosokmu malam itu.. hanay wangi yang selalu aku hirup saat kau memeluk tubuhku.. aku pengagum tubuhmu.. aku hanya ingin semuanya utuh untukku tak tersentuh oleh raga yang tak pantas kau sanding..
Aku pengagum mu sang pemikat.. aku pengagum dengan kesederhanaan rasaku.. aku tak mampu berucap.. aku punya cara sendiri untuk mencintaimu dengan sempurna, utuh tak terbagi.. terlalu terdengar egois mungkin, tapi palung hatiku memang telah terpahat namamu.. jangan kau hancurkan semua yang telah aku buat.. kau cukup merasakan apa yang aku rasakan.. pengagum rasa dan pembuat sang kasih,, bantu aku untuk menjelaskan semua pada nya.. katakan kalau aku hanya memilikinya.. rekatkan hatiku dengan rasa nya,, pasung seluruh hidupku sebagai penyembahan bagi nya.. terlalu rapuh untuk jalani semua kisah dalam penghidupan tanpamu.. katakan kalau aku hanya ingin menanti ukiran makna yang aku harapkan dari nya.. tak akan ada lagi labuhan untuk sisa hidupku.. tak akan ada lagi rajutan benang kasih untuk yang lain.. semuanya untukmu sang pemikat.. sang kasih, pemikat rasa yang tercemar oleh kemunafikan..
Dulu kau sering bilang padaku kalau kau ingin selalu ada didekapanku.. pundakku memang tidak terlalu lebar, tetapi bisa menepiskan sepi dihati mu.. menghangatkan tangisanmu, membuat simpulan sentum disudut bibirmu.. dulu kau bilang kalau kau sangat takut kehilanganku,, kau tak ingi terlepas dari aku.. kau juga tahu kalalu kisah cinta kita ini terlarang.. kisah yang menciptakan cibiran ketika aku memamerkan kebahagiaanku denganmu pada orang lain.. mungkin mereka semua tidak punya hati dan rasa seperti rasaku padamu.. entahlah, aku tidak peduli dengan mereka..
Lembar demi lembar telah tertulis kebersamaanku denganmu.. semuanya aku ingat.. tak ada sedikit pun yang terlupa.. kau terindah buatku..
Ketika kemunafikan merasuki pemikiran mu kasih,, aku tak sanggup untuk berdiam dengan pemaknaan ku saja..
kau datang hanya untuk mecibir ku, menghujat ku tanpa aku tau apa yang terjadi..
Semuanya seketika.. tiba-tiba tanpa tading aling-aling.. secercah harapan untuk mengukir dan memahat kisah kasih dua insan sudah tak mengakrab.. entah apa yang kau pikirkan aku tidak mengerti.. kau hanya bilang kalau kau sudah lelah dengan kasih seperti ini.. kasih seperti apa yang kau maksud aku tidak tahu.. yang aku tahu dulu kau mencintai aku dan memberikan kasih tulus untukku..
SALAH kah cintaku?
SaLAH kah kisah yang terukir?
SALAH kah pengertianku pada sebuah cinta?
Cinta apa yang terkisah denganmu?
Entah lah.. aku belum paham semua pemaknaannya..
Aku hanya bisa mencintaimu dalam pengertianku..
Aku hanya ingin kau tahu kalau aku masih berdiri ditempat yang kau janjikan,, masih menunggu uluran tangan malaikat kecil untuk selalu mendekap.. sayap sayap patah, Aku sudah tak bisa lagi mengukir namamu dilangit-langit kehidupan, tetapi paling tidak aku masih mempunyai kedua kaki yang kuat untuk menunggu ketidakpastian mu ditempat yang sama.. masih dengan ratapan harap dan nantian yang tak pasti.. doa selalu terpanjat dari sanubari rasa.. dan air mata yang tak bersahabat lagi dengan mudah menyapa hari-hari ku.. tak ada lagi kehangatan pagi ketika aku terbangun dari penggalan mimpi.. tak pernah ada lagi genggaman hangat yang kerap aku terima.. semuanya terbakar oleh kemunafikan..
masherry
jogja
@nginpun enggan mampir
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.