Kutunggu Kematianmu (sebuah penantian untuk memiliki)
Kepada orang yang kukutuk
Wahai kau kekasih! Cinta benar ruhmu menetap. Kapan dia memutuskan untuk pergi tinggalkan jasad busukmu itu? Tak bosankah ia berjalan lamban bersamamu menyusuri jalan becek penuh dengan kekotoran? Ketika lubang kubur sudah tak sabar lagi menantimu tidur di dalamnya. Tak tahukah kau ruhmu sudah rindu kebebasan?
Muak aku melihatmu masih hidup. Padahal sudah kuucapkan kutukan setiap malam sepi, diringi denting syahdu lagu-lagu Kitaro di dalam kamar yang gelap hanya diterangi cahaya bulan. Ah….bulan yang berpadu dengan kematian memang indah, bukan? Semua itu adalah persembahanku untukmu kekasih. Agar kau cepat bertemu Hades. Tidak, aku tak menggunakan boneka jerami dengan sehelai rambutmu untuk kupaku. Bukan juga dengan selembar foto yang kubakar sambil mengucapkan mantera. Ataupun mencuri potongan kukumu kemudian kupersembahkan pada Demos dan gagak-gagak hitam pengikutnya.
Aku hanya melantunkan kata-kata pengharapanku, persis 33 kali setiap katanya. Matilah kau bajingan. Agar cepat terdengar malaikat dan ia sampaikan pesanku pada Tuhan di sana. Dengan begitu Tuhan pasti bertanya-tanya, kenapa mahluk semanis dan sebaik aku menginginkan kau mati. Atau Dia sudah tahu? Bukankah kata kitab-kitab itu Tuhan tahu segalanya? Payahnya, kutukanku tak pernah sampai. Mungkin Jibril lupa menyampaikan pesanku, atau Tuhan pura-pura tak mendengarnya. Apapun itu, kau masih saja segar bugar, tak kunjung sakit atau tertabrak kereta, tergilas truk, ditusuk pencuri, ditembak orang, keracunan makanan, jatuh dari lantai 50, tenggelam, terbakar, atau apapun yang dibutuhkan untuk membuat nyawamu terbang. Tidak. Kau masih saja hidup. Menebarkan senyum yang membuat bunga-bunga layu. Memamerkan gigi taring yang membuat serigala jatuh cinta. Menyebarkan benih-benih dirimu di rahim dedemit.
Jangan-jangan kau adalah titisan Bhisma yang susah mati? Apa harus kutusuk tumitmu seperti Achiless? Butuh ditikam dengan pasak tepat di jantung? Peluru perak yang menembus hati? Atau kau membutuhkan upacara kematian megah yang diingat seluruh dunia seperti Oda Nobunaga? Skandal heboh seperti Lady Diana? Yang mana? Akan kusiapkan semuanya asalkan kau cepat mati. Ayo ayo cepatlah mati. Aku menunggu kematianmu agar dapat ku berjumpa denganmu. Dan kau akan jadi milikku selamanya….
Aku yang mendendam
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
