Kui Bapakkuu dudu Bapakmuuuuu!!!!!!!!
Setelah hampir melewati waktu beberapa tahun tanpa bapak, akhirnya kuberanikan kaki ini melangkah kepadanya.
perjalanan jakarta-jogja pun ku tempuh dengan degup jantung yang cukup berdebat dengan deru kereta api senja utama. ah bapak? apa kabar? apa kau bahagia dengan perkawinan mu sekarang? istri kedua mu saja belum aku temui, kini kau telah hidup bersam istrimu yang ketiga. bapak..bapak.
tibalah aku, “jalan cemoro”, sudah banyak yang berubah di kota godean ini.
bapak, aku takut!
apakah istrimu galak?
apa dia tau, kalau aku putri mu?
gerbang tinggi warna hijau makin terlihat jelas, sejelas suara derapa jantung ini yah!
“Assalamualikum…”
apa nada ku sempurna?
aku takut, bila sosok ibu-ibu yang keluar itu berkata; “aduh, maaf aja ya mbak,?”
doa pun mengalir deras,
memohon agar bapak ku saja yang keluar dan menyambutku.
“De….”
deg….
rasa takut itu pun seketika berubah menjadi rasa rindu yang luar biasa!
selesai salim, bapak pun mengajak ku ke kebun belakang untuk berbicara berdua,
kolam ikan yang dulu biasa aku pancing, kini pun telah berubah menjadi tambak
aku rindu tempat ini pak…
aku rindu pak…
tanpa sengaja, rasa manja yang merajuk itu pun muncul sangat kuat dan akupun seakan terlena kembali dan menjelma menjadi gadis kecil kesayangannya.
ketika sampai pada perbincangan yang hangat, -entah dari mana- datanglah seorang anak gadis, yang putih, manis, lucu -dan sialnya, ia juga terlihat seperti seonggok gadis kecil yang pintar!-
seakan tidak mempedulikan sekitar, ia pun langsung memeluk dan menarik tangan kekar bapaknya -yang sialnya itu juga bapakku!!!- dengan manja, dan sialnya (lagi-lagi)lelaki yang baru dua puluh menit bersamaku itu pun, hilang di culik mahluk gadis kecil itu!
seperti gerakan slow motion, gadis itu pun membawa lelaki setengah baya itu dengan manja yang pol, dan seakan tak melihat bahwa ada seorang gadis lain -yang juga terlahir cukup putih, cukup lucu dan cukup pintar pastinya- menangis dan menjerit rintih
“itu kan bapak ku Tuhan!!”
dan berharap sang bapak mendengar teriakan dalam hatinya.
waktu pun seakan berhenti, saat ku lihat gadis itu terus memeluk lelaki yang ia panggil “pa’e”, aku pun hanya diam terpaku melihat pemandangan yang tak ku harapkan itu, dan seakan pasangan bapak-anak dadakan itu pun seperti tak mempedulikan tetesan yang meleleh ke pipi ku!
seperti terkena bara api dari puntung rokok yang disulutnya tuhan..
dalam tempo yang sangat singkat, bapak pundi perebutkan anak-anak perempuannya, dengan lembut, bapak pun itu pun mencoba melepaskan lendotan gadis kecilnya dan langsung memperkenalkan gadis kecilnya kepada anak gadisnya -yang juga pernah menjadi gadis kecilnya dulu tentunya!
“e,itu ayo salim sama mbak’nya!” ujar lelaki yang akrab dipanggil Om’to!
“aaahh, pa’e!!!!!!!!!” rengek gadis kecil yang rambut hitamnya sengaja dibiarkan terurai itu. “eeh, ayo! itu yang namanya mba’ade! yang dulu ditanyain sama kamu,” jawab pria yang mencoba untuk membuat suasana menjadi cair, secair air mataku yang tak bisa ku hentikan walaupun sudah ku paksakan. dan bapak pun menatap penuh haru pada ku, seakan tau, kalau aku berkata ..
“Kui Bapakkuu dudu Bapakmuuuuu!!!!!!!!
****************************
Thanks for Ade yg udah sharing cerita
cuman ini yg bisa aku exploitasi dari ceritamu kemarin semoga berkenan
masherry’09
dikamar sepi nan bau
@nginpun enggan mampir
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
